Chatbot AI Bisa Berubah Pikiran Setelah Terus Ditekan Pengguna

JAVATEKNO MITRA SOLUSI - Chatbot AI Bisa Berubah Pikiran Setelah Terus Ditekan Pengguna
Penelitian University of Arizona menunjukkan bahwa chatbot AI dapat berubah jawaban ketika terus-menerus diberi informasi yang salah atau tekanan dari pengguna. Beberapa model bahkan bisa membenarkan informasi yang awalnya mereka tolak, terutama pada topik yang jarang dibahas. Meski begitu, sejumlah model juga mampu memperbaiki kesalahan setelah diberi kesempatan untuk meninjau kembali jawabannya. Temuan ini menunjukkan bahwa jawaban AI tetap perlu diperiksa dan tidak selalu dapat dianggap benar begitu saja.

KOMPAS.com - Chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti ChatGPT, Claude, Gemini, dan berbagai layanan sejenis, ternyata dapat mengalami perubahan jawaban ketika terus-menerus mendapat tekanan dari pengguna. AI yang pada awalnya menolak informasi yang salah bisa berubah dan justru ikut membenarkan klaim tersebut setelah pernyataan yang sama diulang berkali-kali.

Temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari University of Arizona. Dalam penelitian ini, para peneliti menguji tujuh model AI untuk melihat bagaimana respons mereka terhadap informasi yang sudah dipastikan keliru dalam percakapan panjang.

Tujuh model yang diuji terdiri dari GPT-3.5, GPT-4o, GPT-4o-mini, Claude 3.5 Sonnet, Gemini 1.5 Pro, Llama 3 70B, dan DeepSeek-R1.

Informasi Salah Diulang hingga 50 Kali

Dalam pengujian, peneliti memberikan sebanyak 100 pernyataan yang telah diketahui salah. Pernyataan tersebut berasal dari berbagai topik, termasuk informasi yang jarang dibahas dan memiliki sedikit sumber di internet.

Setiap pernyataan kemudian diulang hingga 50 kali dalam percakapan yang sama. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah chatbot mampu mempertahankan jawaban awalnya atau justru berubah dan menerima informasi yang sebenarnya tidak benar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu pun dari tujuh model AI yang sepenuhnya tahan terhadap tekanan tersebut. Beberapa model bahkan memberikan jawaban yang tidak konsisten. Pada awal percakapan, chatbot dapat membantah sebuah klaim, tetapi setelah klaim tersebut terus diulang, jawabannya dapat berubah menjadi persetujuan.

GPT-3.5 Paling Mudah Berubah

Dari berbagai model yang diuji, GPT-3.5 menjadi salah satu model yang paling mudah berubah dalam menghadapi pengulangan informasi keliru. Model tersebut tercatat akhirnya membenarkan sebagian klaim yang sebelumnya telah ditolak.

Pada awal pengujian, GPT-3.5 menolak 96 dari 100 pernyataan yang salah. Namun, setelah klaim yang sama diulang hingga 50 kali, model tersebut kemudian membenarkan 18 pernyataan.

Model lainnya menunjukkan tingkat penerimaan informasi keliru yang lebih rendah. Claude 3.5 Sonnet, misalnya, hanya membenarkan sebagian kecil klaim, sedangkan GPT-4o dan GPT-4o-mini berada pada tingkat di bawah satu persen.

Para peneliti juga menemukan adanya pola ketika beberapa chatbot berganti-ganti antara menolak dan menyetujui sebuah informasi. Perilaku tersebut disebut sebagai “reverberation”, yaitu kondisi ketika respons AI dapat berubah-ubah selama percakapan berlangsung.

Chatbot juga cenderung lebih mudah menerima klaim yang keliru mengenai topik yang jarang dibahas atau memiliki sedikit informasi tersedia di internet. Menurut penelitian tersebut, hubungan antara minimnya informasi dan kemungkinan munculnya jawaban yang salah memiliki hubungan yang signifikan secara statistik.

Bisa Terpengaruh Argumen Pengguna

Peneliti kemudian melakukan pengujian tambahan dengan memberikan argumen yang semakin kuat kepada chatbot. Sebagian besar model masih mampu mempertahankan jawabannya. Namun, DeepSeek-R1 menunjukkan perubahan yang cukup besar setelah mendapat tekanan argumentatif.

Tingkat penerimaan informasi keliru pada DeepSeek-R1 yang awalnya sekitar satu persen meningkat menjadi 22,2 persen setelah pengguna memberikan argumen yang lebih kuat. Temuan tersebut menunjukkan bahwa cara pengguna berinteraksi dengan chatbot juga dapat memengaruhi respons yang diberikan AI.

Selain itu, peneliti menemukan bahwa penggunaan sarkasme atau satire dalam percakapan membuat respons chatbot menjadi lebih sulit dianalisis. Dalam kondisi tersebut, peneliti kesulitan menentukan apakah AI benar-benar menerima suatu klaim atau hanya mengikuti konteks percakapan.

AI Bisa Memperbaiki Kesalahan

Meski memiliki kelemahan tersebut, penelitian ini juga menemukan sisi positif. Sejumlah model AI ternyata dapat memperbaiki jawaban yang sebelumnya salah ketika diberikan kesempatan untuk meninjau kembali responsnya.

GPT-4o, GPT-4o-mini, Gemini 1.5 Pro, dan DeepSeek-R1 diketahui mampu memperbaiki beberapa kesalahan yang sebelumnya mereka buat. Sementara itu, GPT-3.5 hanya berhasil memperbaiki sekitar 32 persen dari kesalahannya.

Claude 3.5 Sonnet tidak memperbaiki empat kesalahan yang ditemukan dalam pengujian. Namun, peneliti mengingatkan bahwa jumlah kesalahan pada model tersebut sangat sedikit sehingga belum cukup untuk menjadi dasar kesimpulan yang lebih luas.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun chatbot AI mampu memberikan informasi dengan cepat, jawabannya tetap perlu diperiksa, terutama ketika membahas informasi yang kurang dikenal atau sulit ditemukan sumbernya. Interaksi yang berlangsung terlalu lama dan tekanan dari pengguna juga dapat memengaruhi konsistensi jawaban yang diberikan oleh sistem AI.

""

Penulis: Ryan
URL:
Headline: Chatbot AI Bisa Berubah Pikiran Setelah Terus Ditekan Pengguna
Tanggal Update: 17 Sep 2026

Berita Teknologi Dari Portal Lain

Kami juga menyajikan beragam berita dari portal berita lain untuk melengkapi berita di Laman Javatekno
2 tahun yang lalu
Cyber Week is here and the beauty deals are rolling in. Sitewide sales seems to be the new fad this holiday season: Kosas, Paula’s Choice and Glossier are all at least 20% off while bigger retailers such as Sephora and Ulta have deals on everything from Olapl…
Variety
2 tahun yang lalu
Black Friday is here, but there are often so many deals to choose from that it can get overwhelming. From electronics to home goods, beauty and wellness, to gifts, it’s hard to determine what items are actually worth buying on sale — and what’s just a bunch o…
Variety
2 tahun yang lalu
Maximize your views & exposure with these tried & true content distribution strategies that are recommended regardless of industry, audience or business.
Justcreative.com
2 tahun yang lalu
Black Friday is one of the best times of the year to pick out a new smart device. Whether you’re shopping for yourself or a loved one, plenty of deals are going around, and we’ve scoured the depths of Amazon UK to bring you the best tablet and smartwatch deal…
GSMArena.com
2 tahun yang lalu
In order to defy climate change and the bark beetle, more deciduous trees are being planted in Swiss forests. If possible, their wood should be used several times before it ends up as firewood, thus releasing the previously bound CO? back into the atmosphere.…
Phys.Org
2 tahun yang lalu
A Curtin University study has revealed that a new method of capturing DNA could provide farmers with a valuable tool for boosting crop production—while also benefiting the environment.
Phys.Org

Informasi

chatbot-ai-bisa-berubah-pikiran-setelah-terus-ditekan-pengguna
Startup
Ryan
17 Sep 2026
32 kali

Berita Lainnya
Dalam kategori yang sama

JAVATEKNO - Niat Uji Coba, AI Gemini Google Malah Bobol Sistem 3 Perusahaan
Niat Uji Coba, AI Gemini Google Malah Bobol Sistem 3 Perusahaan
Artikel ini membahas insiden mengejutkan ketika Gemini, model kecerdasan buatan milik Google, secara ...
JAVATEKNO - Top 3 Tekno: Gemini Bobol Sistem 3 Perusahaan hingga GTA 6 Online Dikabarkan Hadir 2027
Top 3 Tekno: Gemini Bobol Sistem 3 Perusahaan hingga GTA 6 Online Dikabarkan Hadir 2027
Artikel ini membahas tiga berita teknologi yang sedang menjadi perhatian, mulai dari kemampuan AI Ge ...
JAVATEKNO - Perkuat Ekosistem Inovasi, ITB Gelar Bandung Startup Pitching Day 2026
Perkuat Ekosistem Inovasi, ITB Gelar Bandung Startup Pitching Day 2026
1. Pelaksanaan & Penyelenggara Inisiator: Kolaborasi lima penggerak ekosistem digital Bandung, yait ...
JAVATEKNO - Dorong Industri 4.0, Pemerintah Manfaatkan Inovasi Startup dalam Penanganan Bencana
Dorong Industri 4.0, Pemerintah Manfaatkan Inovasi Startup dalam Penanganan Bencana
1. Inti dan Tujuan Kerja Sama Kemenperin berkolaborasi dengan perusahaan rintisan (startup) lokal u ...
JAVATEKNO - Perkuat Ekosistem Digital, Kemenekraf Jajaki Kerja Sama Pendanaan dengan Amvesindo
Perkuat Ekosistem Digital, Kemenekraf Jajaki Kerja Sama Pendanaan dengan Amvesindo
Tujuan Kolaborasi: Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa akses investasi da ...
JAVATEKNO - PASINBIS UNAIR Resmi Buka Pendaftaran Recruitment Start-Up 2026 Batch 2
PASINBIS UNAIR Resmi Buka Pendaftaran Recruitment Start-Up 2026 Batch 2
Capaian dan Luaran yang Diharapkan: Saat ini terdapat 144 unit startup aktif di lingkungan UNAIR, d ...
JAVATEKNO - Kemenekraf dan Amvesindo Gandeng Tangan Perluas Akses Pendanaan Startup Ekraf
Kemenekraf dan Amvesindo Gandeng Tangan Perluas Akses Pendanaan Startup Ekraf
Tujuan Utama: Kemenekraf memperluas akses pembiayaan non-perbankan untuk membantu pelaku usaha dan s ...
JAVATEKNO - Perkuat Rantai Logistik dan Teknologi, Indonesia Siap Tanggap Bencana Berbasis Industri 4.0
Perkuat Rantai Logistik dan Teknologi, Indonesia Siap Tanggap Bencana Berbasis Industri 4.0
Kementerian Perindustrian melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) bekerja sama denga ...
JAVATEKNO - Intel Kembali Melirik Bisnis Memori di Tengah Booming AI
Intel Kembali Melirik Bisnis Memori di Tengah Booming AI
Intel kembali mempertimbangkan untuk masuk ke bisnis produksi memori di tengah meningkatnya perminta ...
JAVATEKNO - Maxim Tambah Empat Layanan Baru Tanpa Dana Investor saat Komisi Ojol Turun Menjadi 8%
Maxim Tambah Empat Layanan Baru Tanpa Dana Investor saat Komisi Ojol Turun Menjadi 8%
Maxim Indonesia terus mengembangkan bisnisnya dengan menambah beberapa layanan baru, seperti Car EV, ...
JAVATEKNO - Perluas Pasar UMKM, Kemendag Jadikan Tokopedia & TikTok Shop Mitra Digital Pertama
Perluas Pasar UMKM, Kemendag Jadikan Tokopedia & TikTok Shop Mitra Digital Pertama
Lewat program Pilihan BuSan x Tokopedia dan TikTok Shop, Kemendag dorong UMKM naik kelas melalui fit ...
JAVATEKNO - Lewat Teras Perwira 2026, Grab dan OVO Finansial Perkuat Digitalisasi Ribuan UMKM
Lewat Teras Perwira 2026, Grab dan OVO Finansial Perkuat Digitalisasi Ribuan UMKM
Lewat program Teras Perwira 2026, Grab dan OVO Finansial membekali 1.400 UMKM di 10 kota dengan stra ...
JAVATEKNO - DANA Manfaatkan Teknologi AI untuk Analisis Profil Risiko dan Limit Pinjaman Nasabah
DANA Manfaatkan Teknologi AI untuk Analisis Profil Risiko dan Limit Pinjaman Nasabah
DANA memperluas ekosistem keuangan lewat integrasi kecerdasan buatan (credit scoring dan agentic AI) ...
WhatsApp