Inovasi Berbasis AI dan Hibah Rp15 Miliar Warnai Ajang CIIC 2026 dari East Ventures dan Temasek
Ajang kompetisi teknologi iklim, Climate Impact Innovations Challenge (CIIC) 2026, kembali digelar oleh East Ventures bersama Temasek Foundation dan Tencent. Memasuki penyelenggaraan tahun keempatnya, kompetisi ini menawarkan total pendanaan hibah mencapai Rp15 miliar—meningkat Rp5 miliar dibanding periode sebelumnya.
Pemanfaatan AI dalam Menyaring Ratusan Inovator
Dari total lebih dari 850 pendaftar yang berasal dari sekitar 60 negara, panitia memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk membantu proses penyaringan awal. AI bertugas mengidentifikasi kandidat yang potensial guna menyeleksi sembilan startup terbaik yang berhasil masuk ke babak final.
Partner East Ventures, Avina Sugiarto, menjelaskan bahwa penerapan AI murni berfungsi sebagai alat bantu efisiensi. Evaluasi akhir dan penentuan pemenang tetap berada di tangan tim penilai manusia, terutama untuk menguji kelayakan bisnis dan pemenuhan kriteria Environment, Social, and Governance (ESG).
Bentuk Dukungan dan Kategori Kompetisi
Berbeda dengan skema investasi ventura pada umumnya, dana yang dialokasikan dalam CIIC 2026 merupakan dana hibah murni (non-ekuitas). Skema ini dirancang untuk mendukung uji coba inovasi di tahap awal (pre-seed) sebelum para peserta siap menerima pendanaan skala besar.
Beberapa poin utama terkait program ini meliputi:
-
Fasilitas Tambahan: Finalis berpeluang mengamankan kredit karbon pra-pembelian (pre-purchase carbon credits) hingga nilai US$1 juta.
-
Mentorship Eksklusif: Para finalis mendapatkan pendampingan dari pakar industri mencakup strategi go-to-market, pengembangan kemitraan, komersialisasi produk, hingga teknik presentasi (pitching).
-
Tiga Trek Utama: Kompetisi berfokus pada tiga bidang:
-
Ekonomi Sirkular (paling diminati dengan 38,2% pendaftar)
-
Solusi Pangan & Alam (34,3%)
-
Transisi Energi (27,5%)
-
Pendaftar terbanyak berasal dari Indonesia, disusul oleh India, Singapura, Amerika Serikat, dan Korea Selatan. Sembilan finalis terpilih akan mempresentasikan inovasi mereka pada Grand Finale 6 Oktober 2026 di Jakarta, yang menjadi bagian dari ajang Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2026.
JAVATEKNO
Ryan